My new life has just started!
Hoi hoi! Akhirnya sempat lagi nyeritain pengalaman. Hehehe… Sejak tanggal 19 kemarin aku ngga pernah sempat lagi untuk nulis. Sibuk banget sih. Tanggal 20 kemarin aku seharian urus kontrak tempat tinggalku dan student pass yang belum aku ambil di kantor imigrasi. Aku ceritakan seingetku yah.
Kamis, 19 Mei 2005
Setelah seminggu lebih tinggal bersama keluarga kembali, akhirnya pagi ini aku harus berpisah. Meninggalkan semua kenyamanan untuk memulai sesuatu yang baru. Tinggal di negara lain seorang diri. Tanpa teman, tanpa keluarga. Semua aku lakukan sendiri.
Tadi setelah datang langsung ke apartment yang udah dipesan sebelumnya di Lucky Plaza, Orchard. Satu koper besar, dua dus sedang, dan dua tas aku angkat sendirian dari taksi sampai ke kamar di lantai 28. Ternyata memindahkan barang dalam beberapa kali angkat itu tidak mudah dilakukan seorang diri. Benar-benar melelahkan. Setelah meletakkan semua barang di kamar, aku telpon ke kantor imigrasi untuk menanyakan metode pembayaran. Di surat yang aku pegang, tertulis tidak menerima uang tunai untuk pembayaran. Mereka hanya menerima NETS, CashCard, atau EZ-Link Card. Tidak satupun dari ketiganya aku miliki. Mendapatkannya pun aku tidak tahu dan sekarang sudah jam 12.
Setelah berpikir sejenak, terlintas Singapore Visitor Center di kepalaku. Aku pernah mengunjungi tempat itu waktu kunjungan pertamaku ke Singapore. Di situ turis bisa menanyakan apa saja tentang Singapore. Langsung saja aku ambil semua dokumen yang mungkin diperlukan dalam pengurusan, kemudian berjalan cepat ke Singapore Visitor Center di dekat hotel Meridien. Di situ aku tanyakan semua mengenai NETS, CashCard, dan EZ-Link Card. Setelah aku tahu masing-masing, aku putuskan untuk menggunakan CashCard karena CashCard bisa dengan mudah didapat di 7-eleven yang tersebar di Orchard Rd. Setelah membeli CashCard dan mengisinya 40$ untuk membayar Student Pass-ku nantinya, aku mampir ke UOB dan DBS Bank untuk menanyakan syarat-syarat membuka tabungan di situ. Setelahnya, aku langsung naik MRT ke daerah Lavender untuk pengurusan Student Pass-ku di Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Building. Jam 12.50 aku tiba di ICA Building. Antriannya, panjaang bener. Aku ngantri sekitar satu jam di situ. Waktu tiba giliranku, ternyata aku lupa belum mengambil In-Principal Approval Letter yang diperlukan untuk pengurusan Student Pass. Oh no! Aku baru ingat saat diminta originalnya. Yang aku bawa itu hasil cetak dari copy-an surat aslinya. Sia-sia lah waktuku terbuang percuma. Aku langsung kejar kereta ke arah Boon Lay. Langsung berangkat dari Lavender ke Dover. Untung Singapore Polytechnic letaknya tepat di depan Dover MRT Station.
Jam 2.20 aku tiba di Singapore Polytechnic dan langsung menuju ke Student and Alumni Affairs (SAA) building untuk mengambil surat tersebut. Setelah surat itu aku ambil, aku jalan kembali ke MRT Station. Saat lewat di foodcourt dan mencium aroma masakan yang, wow! Aku baru sadar kalo aku belum makan siang. Langsung aku pesan makanan dan minuman, menghabiskannya, lalu setelah itu langsung ke MRT Station untuk kembali ke Orchard. Aku ngga kembali lagi ke Lavender karena saat itu sudah jam 3.10, kantor ICA tutup. Jadi aku ke UOB Orchard untuk mencairkan Bank Draft yang kubawa dari Surabaya. Uang tunai dari Bank Draft tersebut akan digunakan untuk membayar uang sewa tempat tinggalku, membuka rekening tabungan di sini, dan melakukan pembayaran lainnya. Yang terpenting adalah pembayaran tempat tinggal yang akan dilakukan besok pagi, tepatnya pukul 10, di Finance Office Singapore Polytechnic.
Jam 3.45 aku turun di Somerset MRT Station dan segera ke UOB (United Overseas Bank) karena bank tersebut tutup pukul 4.00 PM. Aku tiba 5 menit sebelum bank tersebut tutup. Phew… Tapi, aku kembali dikecewakan. Bank Draft yang aku bawa ternyata hanya bisa diuangkan di UOB Raffles Place dan UOB cabang Raffless Place tutup jam 3 sore. Tiba-tiba kepalaku terasa penuh. Rumit. Banyak hal yang harus dipikirkan dan dituntaskan saat itu. Bagaimana aku membayar sewa tempat tinggalku besok pagi? Bagaimana aku membayar deposit besok pagi? Oh nooo!
Aku berjalan kembali ke apartment yang jaraknya beberapa blok dari UOB.
Setelah kembali ke apartment, aku coba duduk sebentar… Sudah berjam-jam aku berjalan dan berlari kesana kemari tanpa duduk. Di MRT Station berdiri menunggu kereta, di dalam MRT aku juga berdiri, mengantri aku juga berdiri. Capek sekali rasanya kakiku dan kepalaku.
Kucoba menghubungi bagian bantuan International Student yang menangani penyewaan apartment di lingkungan polytechnic. Kujelaskan semua apa yang terjadi dan beruntunglah diriku ini karena pembayaran bisa dilakukan besok segera setelah uang tunai aku dapatkan dari Bank Draft yang akan kutukarkan besok pagi.
Setelah selesai menelpon orang tersebut, hatiku sedikit lega. Aku kembali ke kamar dan menulis cerita ini untuk menghilangkan kekesalan di hati.
Sekarang aku udah lega. Hehehe… Sekarang aku turun ke bawah, cari makan malam dan beli roti untuk besok pagi. Banyak yang harus kulakukan besok. Setelah aku lihat kembali apa saja yang harus kulakukan besok, ternyata benar-benar padat dan menguras tenaga. Wew… Aku harus tidur lebih awal malam ini karena besok jam 7.30 aku harus sudah bangun.
Jumat, 20 Mei 2005
Pagi pagi banget aku bangun untuk ke bank maunya sih mencairkan dana dari bank draft yang aku pegang. Hari ini juga aku harus tanda tangan kontrak sewa dan mbayar uang sewa tersebut. Rencananya aku bayar uang sewa tersebut dari dana di bank draft ini. Pagi-pagi aku bangun, siap-siap, trus segera ke Raffles Place naek MRT. Wuih klo pagi itu ternyata keretanya penuh sesak sama orang kantoran yang berangkat kerja. Sempit-sempitan di kereta, akhirnya sampe juga di Raffles Place. Aku langsung ke UOB bank untuk ngurus bank draft. Setelah ketemu sama customer service, ternyata bank draft yang aku pengang itu ngga bisa diuangkan langsung, mesti masuk ke tabungan. Aku kan belum punya tabungan, jadi aku minta untuk buka tabungan langsung. Ternyata untuk buka tabungan, harus ada Student Pass. Padahal student pass-ku belum aku ambil. Kacau banget deh pagi itu. Langsung aku telpon ke orang yang nangani kontrak apartmen. Aku bilang ke dia kalo aku ngga bisa bayar hari ini karena bank draft-ku ngga bisa diuangkan. Setelah ditanyain sana sini, akhirnya dia bisa terima. Jadi aku bayarnya segera setelah aku punya uang tunai yg cukup. Dia bilang hari ini aku dateng aja untuk tanda tangan kontrak dan ambil kunci. Wah… Bersyukur banget deh bisa masuk dan mulai tinggal di situ padahal belum bayar. Hehehe…
Setelah selesai telpon, aku langsung ke kantor imigrasi untuk ambil Student Pass-ku sebelum ke skul untuk tanda tangan kontrak tempat tinggal. Di kantor imigrasi aku ngantri sekitar dua jam. Lama banget… Setelah tiba giliranku, aku serahkan semua dokumennya. Ternyata perlu proses untuk verifikasi dokumen-dokumenku dan penerbitan student pass-ku. Jadi aku mesti kembali lagi jam 3 sore di kantor imigrasi tersebut untuk mengambil paspor dan student passku. Aku juga dikasi tau untuk bayar $160 waktu ngambil nanti sore untuk biaya student-pass dan visit-pass. Setelah itu aku langsung ke skul-ku untuk tanda tangan kontrak tempat tinggal dan ambil kuncinya.
Setelah nampe di skul, aku langsung ke SAA, gedungnya lumayan jauh dari Dover MRT Station. Mesti ngelewatin beberapa Teaching Block dan Foodcourt baru nyampe situ. Setelah sampe lansung nyerahin fotokopi paspor dan Student Card. Setelah itu langsung ikut briefing tenancy agreement. Di situ dijelasin poin2 perjanjian kontraknya. Setelah itu langsung tanda tangan kontrak lalu ambil kunci. Setelah dapet kunci aku jalan ke Apartment-nya. Apartmentnya itu masih dalam satu kompleks sama skul, cuman paling ujung. Jalan lumayan jauh, ngelewatin 2 bus-stop. Ngos-ngosan juga jalannya karena aku belum tahu lingkungan kampus, jadi muter2 di sekitar kampus cuman andalin map ditangan. Hasilnya, aku muter2 ngga keruan sampe ngos2an. Apalagi lingkungan kampus itu jalannya naik turun.
Akhirnya nyampe juga ke apartment. Langsung masuk ke apartment dan cek perabotan yang udah disediakan. Aku dapet unit 01 di lantai satu. Ternyata di dalemnya dah ada penghuninya. Kebetulan aku dapet kamar A, dan di dalam apartment ada barang2 berceceran, sepertinya sih milik penghuni kamar B. Berantakan banget dalemnya. Kayaknya sih penghuni kamar B lagi balik kampung. Jadi apartment ditinggalin begitu aja dan dalemnya berdebu dan berantakan. Setelah cek item2nya, aku tanda tangani surat serah terima furniture-nya, lalu kembalikan surat itu ke Estate Department. Walah, tempatnya ternyata jauh banget! Di ujung satunya lagi dalam lingkungan kampus. Pas aku keluar apartment mau jalan ke Estate Department, aku ketemu sama satu cewe yang tadi juga ikut briefing tenancy agreement. Aku kenalan ma dia. Namanya Edith, ambil course Environment Development, dia high school-nya di Spore, tapi dia asal Bekasi, Indonesia. Dia dah 3 taon di sini, jadi Singlishnya dah lancar. Ngga ngira kalo dia dari Indonesia. Hehehe… Dia rupanya lagi nunggu seorang temennya lagi yang tadi juga ikut briefing tenancy agreement. Aku ikut dia nungguin temen satunya. Setelah yang ditunggu muncul, aku kenalan ma dia. Cowo Malaysia, namanya… Wen apalah gitu aku lupa. Heheheh… :P
Kita bertiga jalan ke Estate Department. Dalam perjalanan kita ngelewatin beberapa foodcourt, trus mampir ke McD di foodcourt yang deket Enrolment Centre. Aku beli Fillet-O-Fish. Laper, belum makan siang lho! Padahal dan jam 2 lewat.
Setelah beli, aku makan sambil jalan ke Estate Dept. Setelah nyampe dan serahkan surat, aku buru2 ke kantor imigrasi (ICA Building) di Lavender naek MRT. Aku harus ambil paspor dan student pass-ku. Jam setengah empat aku nyampe kantor imigrasi dan langsung ambil Student Passku. Hore~ Akhirnya dapet juga Student Pass. Dengan Student Pass ini aku bisa buka rekening dan mencairkan dana.
Aku kembali ke Orchard bersiap buat besok pagi untuk buka rekening dan cairkan dana.
Sabtu, 21 Mei 2005
Pagi-pagi aku ke UOB (United Overseas Bank) di Raffles Place untuk buka rekening. Segera setelah buka, aku ketemu customer service untuk buka rekening baru dan masukin dana dari bank draft yang aku bawa. Prosesnya ngga lama dan simpel karena aku bawa semua dokumen. Kira2 setengah jam, aku udah ada rekening, dana dah masuk (tapi senin baru bisa dipake), dapet ATM Card, phone banking, internet banking, semua langsung bisa dipakai. Tinggal tunggu Debit Card ntar seminggu lagi dikirimin ke alamatku.
Setelah semua beres, aku kembali ke Orchard untuk kemasin barang2ku dan dipindahkan ke apartment di skul. Waktu tengah2 kemas2, mama SMS. katanya ada iklan di koran ada terima kos. Aku hubungi nomor telpon yang diiklankan. Setelah bincang-bincang, aku janjian malem ini jam 7 ketemu sama dia untuk lihat langsung tempat kosnya.
Setelah telpon aku kembali kemas2, lalu naek taksi ke skul bawa semua barang2ku. Repot juga mindahin barang sendirian. Apalagi hari sabtu siang begini. Setelah nyampe apartment, aku bongkar barang2ku dan masukin ke lemari, pasang sprei kasur, bersih2 kamar, atur2 meja kursi, dll.
Malemnya aku naek MRT ke Toa Payoh nemuin orang itu. Setelah ketemu aku diajak lihat2 tempat kosnya dan ditunjukin fasilitasnya. Mewah dan komplit sih. Tapi sepertinya berlebihan banget, sampe ada gym, tempat biliar, kolam renang eksklusif, sauna, study room, halaman BBQ, lapangan tenis, dll. Bener2 eksklusif banget. Sepadan sih dengan harganya yang $1500 per orang per kamar per bulan. Wah, bener2 ngga cocok deh buat aku. Udah seperti di hotel berbintang aja… Lagian jauh dari skul, naek MRT sekitar 30 menit.
Setelah selesai lihat2, aku kembali ke Toa Payoh MRT Station. Di situ tergabung dengan semacam Mall. Karena aku belum makan malam, aku mampir ke McD beli burger ayam dobel ekstra pedas. Setelah makan kentang+burger+cola, aku mampir ke BreadTalk beli donat buat makan besok pagi.
Setelah itu aku langsung kembali ke apartment skul naik MRT lagi. Setelah turun dari MRT, aku mesti jalan lagi ngelewatin 2 bus stop. Sebenernya Skulku itu nyambung langsung sama MRT Station, tapi karena apartment-ku ini letaknya di ujung, jadi aku mesti jalan lagi.
Pas itu udah hampir jam 10 malem. Sepi banget jalannya. Cuman aku seorang jalan kaki. Gerimis-gerimis sendirian. Di kanan kiri pohon besar2. Sesekali aja mobil lewat. Wew… Merinding juga. Sesekali aku noleh kebelakang, sapa tau ada orang di belakang yang ngikutin. Hehehe… Bisa mikir gitu karena udah jadi korban film film thriller nih. :P
Capek nih… Langsung tidur…
Minggu, 22 Mei 2005
Hari ini aku bangun agak siang karena kecapekan. Aku bangun jam 10an, trus segera bersih2. Hiks… Menyedihkan sekali aku mendapati apartment berantakan banget… Aku mulai dari halaman belakang. Di situ gantungan baju berjatuhan, dipenuhi daun-daun kering, berdebu banget. Aku sapu pake sapu yang aku temukan di situ. Setelah lumayan bersih, aku tinggalkan untuk bersihkan bagian lain. Masih ada kamar mandi yang kotor banget, dapur yang kacau, dan ruang tamu yang berantakan. Saat aku masuk sini, yang udah bersih dan rapi cuman kamarku aja karena emang kosong. Weleh… Karena peralatan terbatas, aku ngga bisa ngapa2in lagi. Aku mandi2 lalu segera pergi keluar cari supermarket terdekat. Aku ngga tahu di mana supermarket terdekat, dan ngga punya teman yang bisa ditanya dimana supermarket dan tempat makan terdekat. Aku dah laper nih, udah jam satu siang belum makan.
Nekat aja aku bawa tas ku berisi peralatan seadanya (payung, minum, kunci, HP, organizer, peta kampus) lalu keluar area kampus dan berjalan tanpa arah. Beruntung banget aku berjalan ke arah yang bener. Ngga jauh dari apartmentku, aku nemuin pasar. Di situ ada foodcourtnya, supermarket, klinik, toko2 kecil, dll. Komplit dah.
Tempat pertama yang aku tuju, foodcourt! Aku puter2 di situ ngga tau mau pesen apa. Akhirnya aku pesen Laksa. Ternyata rasanya aneh, ngga terbiasa dengan masakan sini. Hiks… Aku cuman makan mie, tahu, dan taogenya aja. Sisanya aku tinggalkan begitu aja. Aneh rasanya, aneh wujudnya, aneh deh… :-S
Setelah makan aku langsung ke supermarket beli pembersih toilet, sabun cuci piring, sabun mesin cuci, sikat, sabut cuci piring, gantungan baju, jepit jemuran, susu, crackers, dan peralatan bersih2 lainnya. Total semua habis hampir 40$. Barangnya itu berat2, jadi aku bawa 4 kantong plastik berat-berat dan berjalan kembali ke apartment.
Bener bener deh… Di sini jalan terus. Untung aja aku udah lumayan terbiasa dengan berjalan sejak aku SMA. Hehehe…
Setelah kembali, aku siapkan semua peralatanku dan kembali bersih2!! Pas ditengah bersih2, ngga disangka-sangka temen sebelah kamarku dateng! Oh bahagianyaa!! Akhirnya aku ngga sendirian lagi! Aku kenalan ma dia. Alvin, Chinese Malaysian, 2nd year of Chemical Process. Dia baru dateng dari rumahnya di Malaysia. Aku tanya banyak hal ke dia dan kita bincang-bincang sambil bersih-bersih. Dia ngajak aku keluar untuk makan malam sekalian nunjukin tempat-tempat di sekitar sini. Malemnya aku diajak makan ke foodcourt tempat aku belanja siang tadi. Ternyata aku dah tahu duluan. Hehehehe…
Karena makanan di sini rasanya agak aneh, jadi untuk makan malam tadi aku pilih nasi ayam aja. Takutnya kalo pilih mie mie begitu lagi ngga seberapa doyan. Kita cerita-cerita selama makan. Lumayan, aku latih terus bahasa inggris aku di sini. Hari pertama datang ke sini masih susah kalo mau bicara sama orang di sini. Emang sih, udah lebih mending kalo dibandingkan kali pertama aku ke sini. Untungnya aku udah pernah ke sini dua kali sebelumnya dan itu seminggu lebih, cukup untuk meningkatkan bahasa inggris. Tapi tetep aja itu ngga cukup untuk dipakai berurusan dengan orang2 di sini waktu ngurus imigrasi, skul, kontrak tempat tinggal, dan lainnya. Tapi tadi waktu ngobrol bareng Alvin, aku ngerasa bahasa inggrisku udah ningkat. Udah ngga selama dulu kalo mau bicara sesuatu. Asik. Huehuehue…
Oh iya! Aku tadi ditawarin Alvin untuk berbagi internet connection. Dia udah langganan StarHub. Kalo dibagi dua, seorang kira-kira $28-$30 sebulan. Jadi mulai bulan depan aku udah bisa online di rumah! Uhuy!! Tapi aku harus beli sendiri kabel ethernet-nya. Belinya sih disaranin di Sim Lim Square. Kalo di Funan lebih mahal sih. Ntar deh klo ada waktu luang aku mampir ke sana untuk beli kabelnya. Kapan ya? Mungkin besok. :P Mumpung skul belum mulai dan besok tanggal merah. Hehehehe…
Aku mulai hepi n kerasan di sini. Asik banget sih. Kemana-mana gampang, bersih, aman, semua serba terjamin. Meski dengan peraturan-peraturan ketat, itu semua juga untuk kemudahan dan kenyamanan bersama.
Thank you berat buat Mama yang udah repot-repot sms dan telp nanyain keadaan n ngasih saran dan dukungan. I love you Mom!! Makasih juga buat iErlin, qSun, grandma, dan semuanya yang udah support. Love you all!! Temen2 di Surabaya dan Jakarta juga. Miss you all!
